Filsafat
adalah usaha untuk secara rasionil dan sistematis mencari pemecahan
atau jawaban atas persoalan-persoalan yang menyakut universe (alam
semesta) dan kehidupan manusia.
Filsafat menjawab pertanyaan
seperti :
-
Apakah azas-azas mendasari fakta?
-
Apakah yang dapat saya ketahui ?
-
Apakah azas-azas dari kehidupan ?
Fisafat merupakan pedoman bagi
manusia dalam menetapkan sikap hidup dan tingkah laku.
Ilmu politik erat hubungannya
dengan filsfat politik, yaitu bagian dari filsafat yang menyangkut
kehidupan politik terutama mengenai sifat hakiki, asal mula dan nilai
(value) dari negara.
Dalam pandangan filsuf Yunani
kuno, filsafat politik juga mencakup dan erat hubungannya dengan
moral philosofi dan etika (ecthics).
Etika membahas
persoalan-persoaalan yang menyangkut norma-norma baik/buruk seperti
misalnya :
-
Tindakan apakah yang boleh dinamakan baik/buruk ?
-
Manusia apakah yang boleh dinamakan manusia baik/buruk ?
-
Apakah yang dinamakan adil/tidak adil ?
Penilaian semacam ini kalau
diterapkan pada politik menimbulkan pertanyaan sebagai berikut :
-
Apakah seharusnya tujuan dari negara ?
-
Bagaimana seharusnya sifat sistem pemerintahan yang baik untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut ?
-
Bagaimana seorang pemimpin harus bertindak untuk keselamatan negara
dan warganya ?
Dengan demikian kita sampai pada
filsafat politik, yang membahas persoalan-peroalan politik dengan
berpedoaman pada suatu sistem nilai dan norma-norma tertentu.
Contoh dari pandangan bahwa ada
hubungan erat antara politik dan etika adalah karangan filsuf Yunani
Plato, politeia
yang menggambarkan negara yang ideal.
Dinegara-negara barat pemikiran
politik baru memisahkan diri dari ethika mulai abad ke – 16 dengan
dipelopori oleh negarawan Itali Niccolo Macchiavelli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar