Sugeng Rusmiwari: Tugas 1, Etika dan Filsafat Kepemimpinan, April 20...: Tugas 1, Etika dan Filsafat Kepemimpinan Pada dasarnya Saudara dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan n...
nama : nikodemus rawi
nim :2013210079
prodi : administrasi
negara
Kepemimpinan adalah sebuah konsep yang merangkum
berbagai segi dari interaksi pengaruh antara pemimpin dengan pengikut
dalam mengejar tujuan bersama. Seorang pemimpin harus mampu
membuktikan diri dalam mempengaruhi sikap dan tingkah laku orang
lain. Usaha mempengaruhi ini merupakan watak dasar yang menjadi modal
utama dalam konsep kepemimpinan.
Seorang pemimpin yang ber
etika y paling tidak menunjukkan dua hal berikut dalam setiap
perbuatan dan tingkah lakunya. Ketiga hal tersebut adalah sebagai
berikut
I. Berwibawa
Pemimpin berwibawa mampu menyesuaikan
diri dengan berbagai kelompok dan juga memiliki kemampuan untuk
berhadapan dengan orang-orang dari berbagai kalangan serta mampu
melakukan konversasi tentang berbagai subjek. Dengan sifat demikian,
orang lain biasanya mengakui dan menempatkan seorang pemimpin lebih
kepada kepribadiannya dan bukan apa yang dilakukannya sebagai seorang
pemimpin.
1I. Bijak mengambil keputusan
Kemampuan dalam
mengambil keputusan secara cepat dan tepat bagi seorang pemimpin
merupakan wujud aktualisasi adil dalam bertindak. Mengambil keputusan
merupakan hal terpenting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari
seorang pemimpin. Bahkan terkadang, keputusan-keputusan yang ia ambil
tersebut mampu membangun kewibawaannya sebagai pemimpin.
kesimpulan
:
Pemimpin yang ber etika selain memiliki jiwa sosial yang tinggi,
ia juga lebih tenang dalam bersikap. Ia tidak pernah takut terhadap
apapun dalam menjalankan tugas yang diembannya. Hal ini memberikan
pemahaman bahwa pemimpin yang ber etika sangat berkaitan erat dengan
sikap ketenangannya. Seorang pemimpin dalam menjalankan tugas
kepemimpinannya berusaha menghindar untuk melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan ketentuan yang ada, atau nilai-nilai moral serta
adat dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat.
Dalam memimpin
sebuah negeri misalnya, seorang pemimpin yang ber etika harus
benar-benar mampu menjalankan semua visi dan misi yang telah
diproklamirkan sebelum terpilih menjadi pemimpin, karena umumnya kita
terpanggil hati nuraninya untuk menentukan pilihan kepada seorang
pemimpin tertentu karena diyakininya mampu menjalankan semua
janji-janjiinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar