Minggu, 27 April 2014

hubungan human relation dengan administrasi negara

Human Relation

Dalam administrasi hubungan antar manusia tidak boleh diabaikan, sebab apabila tidak ada hubungan antar manusia yang baik maka tidak akan ada kerjasama yang tercipta diantara manusia.
PENGERTIAN HUMAN RELATION
Berarti Human Relation adalah keseluruhan rangkaian hubungan, baik yang bersifat formal antara atasan dengan bawahan, atasan dengan atasan, serta bawahan dengan bawahan yang lain yang harus dibina dan dpelihara sedemikian rupa sehingga tercipta suatu teamwork dan suasana kerja yang intim dan harmonis dalam rangka mencapai tujuan
Perkembangannya
Di negara-negara yang sudah maju human relations semakin mendapat perhatian para manajer dalam organisasi apapun, karena semakin dirasakan perntingnya dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang menyangkut faktor manusia dalam kehidupan.
Benturan-benturan psikologis dan konflik-konflik antara kepentingan organisasi sering terjadi, bukan saja antara manajer dengan karyawan tetapi juga antara karyawan dengan karyawan, yang benar-benar menganggu jalannya roda organisasi dalam mencapai tujuan.
Kunci aktivitas human relations adalah motivasi, memotivasikan para karyawan untuk bekerja giat berdasarkan kebutuhuan mereka secara memuaskan, yakni kebutuhan akan upah yang cukup bagi keperluan hidup keluarganya sehari-hari, kebahagiaan keluarganya, kemajuan dirinya sendiri, danlain sebagainya.
Seseorang memasuki suatu organisasi, karena ia berpikir organisasi akan dapat membantu dia mencapai tujuannya. Demikian pula para karyawan. Mereka mempunyai organisasi. Mereka anggota organisasi kekaryaan di mana mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pemimpin organisasi tersebut dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas para karyawan dan mengkooperasikan hasrat-hasrat mereka untuk bekerja bersama-sama. Ini semua tertuju kepada sasaran yang direncanakan. Dan di sini komunikasi memegang peranan penting. Human relations seperti ditegaskan di muka adalah komunikasi persuasif.
Dengan melaksanakan human relations itu pemimpin organisasi atau pemimpin kelompok melakukan komunikasi dengan para karyawannya secara manusiawi untuk menggitakan mereka bekerja bersama-sama, seghingga hasilnya memuasakan di samping mereka bekerja dengan hati puas.
Pengertian Administrasi
Secara etimologis administrasi berarti melayani secara INTENSIF.
  • Administrasi dalam arti SEMPIT : sebagai tata usaha, yaitu pekerjaan yang berkenan dengan korespodensi soal pencatatan / dokumentasi, kearsipan dan lainnya.

  • Administrasi dalam arti LUAS : kegiatatan manusia yang tardiri dari 8 unsur :

  • 1. Organisasi
2. management
3. komunikasi / tata hubungan
4. informasi / tata usaha
5.kepegawaian
6. keuangan
7. perbekalan
8. humas

Rabu, 23 April 2014

Sugeng Rusmiwari: Tugas 1, Etika dan Filsafat Kepemimpinan, April 20...

Sugeng Rusmiwari: Tugas 1, Etika dan Filsafat Kepemimpinan, April 20...: Tugas 1, Etika dan Filsafat Kepemimpinan Pada dasarnya Saudara dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan n...



nama : nikodemus rawi
nim :2013210079
prodi : administrasi
negara


Kepemimpinan adalah sebuah konsep yang merangkum
berbagai segi dari interaksi pengaruh antara pemimpin dengan pengikut
dalam mengejar tujuan bersama. Seorang pemimpin harus mampu
membuktikan diri dalam mempengaruhi sikap dan tingkah laku orang
lain. Usaha mempengaruhi ini merupakan watak dasar yang menjadi modal
utama dalam konsep kepemimpinan.

Seorang pemimpin yang ber
etika y paling tidak menunjukkan dua hal berikut dalam setiap
perbuatan dan tingkah lakunya. Ketiga hal tersebut adalah sebagai
berikut
I. Berwibawa
Pemimpin berwibawa mampu menyesuaikan
diri dengan berbagai kelompok dan juga memiliki kemampuan untuk
berhadapan dengan orang-orang dari berbagai kalangan serta mampu
melakukan konversasi tentang berbagai subjek. Dengan sifat demikian,
orang lain biasanya mengakui dan menempatkan seorang pemimpin lebih
kepada kepribadiannya dan bukan apa yang dilakukannya sebagai seorang
pemimpin.
1I. Bijak mengambil keputusan
Kemampuan dalam
mengambil keputusan secara cepat dan tepat bagi seorang pemimpin
merupakan wujud aktualisasi adil dalam bertindak. Mengambil keputusan
merupakan hal terpenting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari
seorang pemimpin. Bahkan terkadang, keputusan-keputusan yang ia ambil
tersebut mampu membangun kewibawaannya sebagai pemimpin.
kesimpulan
:
Pemimpin yang ber etika selain memiliki jiwa sosial yang tinggi,
ia juga lebih tenang dalam bersikap. Ia tidak pernah takut terhadap
apapun dalam menjalankan tugas yang diembannya. Hal ini memberikan
pemahaman bahwa pemimpin yang ber etika sangat berkaitan erat dengan
sikap ketenangannya. Seorang pemimpin dalam menjalankan tugas
kepemimpinannya berusaha menghindar untuk melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan ketentuan yang ada, atau nilai-nilai moral serta
adat dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat.

Dalam memimpin
sebuah negeri misalnya, seorang pemimpin yang ber etika harus
benar-benar mampu menjalankan semua visi dan misi yang telah
diproklamirkan sebelum terpilih menjadi pemimpin, karena umumnya kita
terpanggil hati nuraninya untuk menentukan pilihan kepada seorang
pemimpin tertentu karena diyakininya mampu menjalankan semua
janji-janjiinya.